Cerita Duo Paskibraka Asal Riau Usai Bertugas di Istana Negara


Kamis, 01 September 2016 - 14:18:41 WIB


Gubri Ir Arsyadjulaindi Rachman MBA menyalami duo paskibraka Riau

PEKANBARU - Usai melaksanakan tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Merah Putih di Istana Negara, pada 17 Agustus lalu, dua siswa Riau, Muhammad Elzi Febriantino dari SMAN 1 Taluk Kuantan dan dan Dinda Kamia Evkha Putri dari SMAN 1 Pangkalan Kerinci telah tiba di Pekanbaru, Kamis (25/8/2016) siang. Lalu seperti apa pengalaman mereka disana?

Kedua orang tua Muhammad Elzi Febriantino, Zulhijas (42) dan Elyulismar (44) tidak sabar menunggu kedatangan putra mereka di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Tidak hanya mereka berdua, beberapa keluarga yang lain juga turut menanti kedatangan putra pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Bahkan mereka telah menyiapkan cake khusus warna coklat dengan memasang nama dan foto Elzi memakai uniform Paskibraka diatas cake tersebut.

Ditempat yang sama, kedua orangtua Dinda Kamia Evkha Putri, Khairman (53) dan Eva Sidiyati (46) juga terlihat tidak sabar menunggu putri keduanya itu. Beberapa kali mengarahkan pandangannya ke tangga kedatangan Bandara SSK II.

Menurut Khairman, anak kedua dari dua bersaudara yang saat ini terdaftar sebagai siswi kelas XI IPA SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Pelalawan  tersebut memang sosok yang lamban dan manja. Namun memiliki kemauan yang kuat untuk mencapai cita-citanya sebagai anggota Paskibraka. Sehingga sebelum mengikuti seleksi, iapun menggembleng fisik dan sikap anaknya.

"Dirumah dia manja, makanya saya suruh dia lari, push up, sit up dan olahraga lainnya. Saya sampaikan, saat karantina akan lebih berat sehingga harus dibiasakan sejak awal," ujar Khairman.

Rupanya tante Dinda, Ratna Ocika (36) juga merupakan Purna Paskibra di Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada 1998 lalu. Semangat Paskibra pun ditularkan wanita yang akrab dipanggil Ocika tersebut.

"Dia memang berminat untuk meneruskan cita-cita tantenya menjadi Paskibraka. Mungkin karena terkesan dengan pengalaman saya yang juga purna paskibra,"tuturnya.

Usai mendapat kalungan bunga dari Kabid Pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Baikal SPi MSi didampingi Ketua Purna Paskibra Indonesia (PPI) Riau, Toni Werdiansyah, Dinda membenarkan apada yang telah diceritakan kedua orangtua dan tantenya.

"Saya kalau dirumah apa-apa lambat. Makan lama, mandi lama dan kurang gesit. Maka dirumah sering dimarahin terutama jelang mengikuti karantina di Cibubur,"ungkapnya.

Iapun dengan motivasi kedua orangtua dan keluarga besarnya mulai membiasakan displin dan berolahraga sesuai arahan ayahnya. Bahkan ketika digembleng saat latihan di Jakarta, ia pernah menangis karena latihan yang berat. Apalagi ia tergabung di Pasukan 17 Sore.

"Saya sempat mengeluarkan air mata karena kecapean latihan mulai dari pukul 7 pagi. Istirahat sholat dan makan terus latihan lagi sampai pukul 5 sore. Malamnya ditambah berbagai materi,"tutur gadis cantik kelahiran Karawang, Jabar, 6 Mei 2000.

Dengan tinggi mencapai 171,5 centimeter iapun bertekat agar lebih baik dan displin lagi agar cita-citanya masuk Akpol bisa tercapai. "Siap, saya ingin masuk Akpol,"tegasnya.

Berbeda dengannya, Muhamad Elzi Febriantino bahkan tidak memiliki target menjadi wakil Riau dan hanya berharap bisa menjadi anggota Paskibra tingkat kabupaten. Sehingga ia berlatih serius agar lolos seleksi mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi dan lolos sebagai Paskibraka yang turut mengibarkan Duplikat Sang Saka Merah Putih di Istana Negara.

Bahkan pria kelahiran Pekanbaru, 19 Februari 2000 yang memiliki tinggi 175 cm tersebut, terpilih sebagai anggota Pasukan 17 Pagi. "Saya tidak menyangka bisa menjadi Paskibra di Istana Negara. Saya sangat bersyukur dan akan berusaha lebih baik lagi,"turur Elzi.

Iapun bercita-cita untuk masuk Akpol atau Akmil agar bisa mengabdi kepada negara. Sehingga kedepan ia akan terus belajar lebih giat, disiplin agar cita-citanya tercapai.

Disisi lai, Ayah dan ibu Elzi mengaku bangga atas prestasi anaknya. Apalagi selama bersekolah di Smansa Taluk Kuantan, Zulhijas dan istrinya Elyulismar tidak tingga bersama anaknya. Karena mereka bekerja di distrik RAPP di Kuansing.

"Namun saya selalu berpesan, apapun yang ia geluti, asal memiliki tujuan yang jelas dan bermanfaat. Maka harus bersungguh-sungguh," tutur Zulhijas.(dispora/13)



,

Hubungi Kami
PEMERINTAH PROVINSI RIAU
DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
JL. DR. SUTOMO NO.114 TELP.(0761) 38830 - 23369
Copyright © 2016 Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau. All Right Reserved
Email: dispora[@]riau.go.id